Bibit Jambu Biji Mega Merah ( Varietas Baru )


Jambu biji mega merah merupakan varietas baru yang dilepas dengan surat keputusan menteri pertanian nomor : 516Kpts/PD.210/10/2003. Pohon induk tunggal dimiliki oleh Pak Bani, kelurahan Setu Babakan, kecamatan srengseng sawah Jakarta Selatan. Selain sebagai buah meja, jambu biji mega merah juga digunakan sebagai bahan olahan seperti juice, setup atau selai.

Bentuk tanaman : Tegak; Lebar tajuk : 2 meter; Percabangan : Horizontal; Bentuk batang : Silinder; Warna batang : Coklat; Bentuk daun : Lancet, permukaan halus, ujung daun tumpul, tepi daun rata; Ukuran daun : Panjang 14 – 15 cm, Lebar 7 – 8 cm; Panjang tangkai daun : 1,5 cm; Warna daun : Bagian atas hijau tua, bagian bawah hijau muda; Warna bunga : Putih; jumlah bunga pertandan : 3 – 4 kuntum; Panjang tangkai buah : 1,5 – 2,5 cm; Berat perubah : 250 – 300 gram; Warna kulit buah masak : Kuning; Warna daging buah : Merah; Ketebalan daging buah : 1,5 – 2,5 cm; Tekstur daging buah : Berserat; Rasa daging buah : Manis; Kandungan air : 80 %; Kandungan vitamin C : 88,1 mg/100 gr; Jumlah buah pertandan : 1 – 3 buah; Produksi : 150 – 200 kg / pohon / tahun.


Bibit Kelengkeng New Kristal

Kelengkeng/lengkeng memiliki beberapa jenis unggul yang dapat dibudidayakan dan memberikan keuntungan yang lebih besar kepada petani. Salah satu jenis kelengkeng/lengkeng yang dapat menghasilkan keuntungan yang besar adalah jenis kelengkeng/lengkeng itoh, yang masa panennya dapat diatur oleh petani itu sendiri. Setelah petani berhasil membudidayakan kelengkeng/lengkeng itoh, mereka terus berusaha menggunakan teknologi pertanian untuk mengembangkan pertanian kelengkeng/lengkeng tersebut. Salah satu hasil dari perkembangan tersebut adalah dengan munculnya kelengkeng/lengkeng jenis baru yang memiliki berbagai keunggulan dibandingkan kelengkeng/lengkeng jenis lama. Salah satu kelengkeng/lengkeng jenis baru yang memiliki prospek bagus untuk dibudidayakan adalah jenis kelengkeng/lengkeng new kristal. Masa panen kelengkeng/lengkeng new kristal juga dapat diatur sendiri oleh petani dengan cara membuahkan kelengkeng new kristal dengan cara yang khusus.

Cara membuahkan kelengkeng new kristal yang khusus tersebut bisa disebut dengan pembosteran. Cara pembosteran itu sendiri dapat dilakukan dengan mudah. Dan meskipun petani harus melakukan pembosteran ketika hendak membuahkan kelengkeng/lengkeng new kristal, tetapi hasil panen buah kelengkeng/lengkeng new kristal ini bisa dikatakan banyak dan akan memuaskan. Apalagi dengan kualitas buah yang dihasilkan memiliki daging yang tebal, biji yang kecil, rasa yang manis, tentu konsumen akan sangat menyukai hasil panen kelengkeng/lengkeng yang nantinya dijual petani tersebut. Tanpa basa-basi, berikut ini adalah cara membuahkan kelengkeng new kristal dengan cara pembosteran.

  1. Memilih pohon yang siap dibuahkan

Cara membuahkan kelengkeng new kristal yang pertama adalah dengan memilih pohon kelengkeng/lengkeng yang new kristal yang siap untuk dibuahkan. Sebaiknya petani memilih pohon yang sudah berusia 2 tahun atau lebih. Selain itu, pastikan bahwa daun yang tumbuh dipohon tersebut adalh daun tua. Daun tua ditandai dengan tidak adanya kuncup daun yang baru yang masih muda pada setiap ranting pohon kelengkeng/lengkeng new kristal ini.

  1. Penyiapan pemberian perangsang pembuahan

Pohon kelengkeng/lengkeng new kristal dapat dibuahkan dengan cara pembosteran, yaitu dengan cara memberikan obat perangsang pembuahan agar pohon tersebut mampu menghasilkan buah. Adapun persiapan yang perlu dilakukan yang pertama adalah dengan melakukan pemangkasan ranting pohon yang ditengah, agar sinar matahari dapat sampai ke semua ranting yang ada didalam pohon kelengkeng/lengkeng tersebut.

Yang kedua, lakukan pencangkulan disekeliling pohon kelengkeng/lengkeng yang siap panen hingga akarnya kelihatan. Setelah akar tunggal tersebut kelihatan, lakukan pengeratan atau penyayatan terhadap akar tunggal tersebut secukupnya saja. Adapun upaya penyayatan ini adalah untuk mempermudah akar dalam menyerap obat perangsang nantinya.

  1. Proses pembosteran (pemberian perangsang pembuahan)

Pertama-tama, petani dapat membeli obat perangsang yang ada banyak pilihan di toko pertanian. Setelah itu, atur banyaknya obat perangsang yang disesuaikan dosis yang tertera di label. Kemudian diberikan terhadap pohon dengan cara mengocorkan ke sekeliling pohon yang telah dicangkul tersebut. Setelah pembosteran selesai, akar ditutup kembali dengan tanah.

Untuk catatan, bila proses ini dilakukan di musim hujan, ada baiknya jika akar pohon kemudian ditutupi dengan plastik yang dibentang disekeliling pohon kelengkeng/lengkeng new kristal. Langkah ini dilakukan agar kandungan obat perangsang nantinya tidak terkontaminasi air hujan yang dikhawatirkan dapat merubah dosis yang telah susah payah diatur sebelumnya.

  1. Pemupukan untuk kesempurnaan bunga

Satu bulan setelah pembosteran, biasanya pohon kelengkeng/lengkeng akan menghasilkan bunga. Untuk merawat bunga, lakukan pemupukan menggunakan pupuk yang mengandung K, N, O agar bunga tumbuh dengan sempurna.

  1. Proses pengendalian hama

Hama biasanya akan menyerang setelah bunga-bunga kelengkeng/lengkeng berubah menjadi biji-biji kecil atau kelengkeng/lengkeng yang masih sangat muda. Pengendalian hama tersebut dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida. Dan setelah buah kelengkeng/lengkeng tumbuh semakin besar, pengendalian hama yang selanjutnya adalah dengan cara memasang jaring untuk menutupi buah kelengkeng/lengkeng agar tidak diserang hama seperti kelelawar.

  1. Panen

Dengan sistem pembosteran, pohon kelengkeng/lengkeng new kristal dapat dipanen 2 kali dalam setahun. Sehingga, tidak sampai 6 bulan setelah pembosteran, buah kelengkeng/lengkeng sudah dapat dipanen. Demikian penjelasan tentang cara membuahkan kelengkeng new kristal.

 

 

 

Bibit Buah Jeruk

Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya.

Sebutan “jeruk” kadang-kadang juga disematkan pada beberapa anggota marga lain yang masih berkerabat dalam suku yang sama, seperti kingkit. Dalam bahasa sehari-hari, penyebutan “jeruk” atau “limau” (di Sumatra dan Malaysia) seringkali berarti “jeruk keprok” atau “jeruk manis“. Di Jawa, “limau” (atau “limo”) berarti “jeruk nipis“.

Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan menghasilkan hibrida antarspesies (‘interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya, karena orang baru dapat melihat perbedaan setelah bunga atau buahnya muncul. Akibatnya tidak diketahui dengan jelas berapa banyak jenisnya. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan adalah keterkaitan kuat Citrus dengan genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, serta Microcitrus dan Eremocitrus, sehingga ada kemungkinan dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus), yaitu Citrus dan Papeda.

Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India bagian timur. Jeruk manis dan sitrun (lemon) berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk nipis dan jeruk purut berasal dari Asia Tenggara.

Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, wewangian, maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan wewangian/parfum penting. Daunnya juga digunakan sebagai rempah-rempah.

Pemerian

Pohon kecil, perdu atau semak besar, ketinggian 2-15 m, dengan batang atau ranting berduri panjang tetapi tidak rapat. Daun hijau abadi dengan tepi rata, tunggal, permukaan biasanya licin dan agak berminyak. Bunga tunggal atau dalam kelompok, lima mahkota bunga (kadang-kadang empat) berwarna putih atau kuning pucat, [stamen] banyak, seringkali sangat harum. Buah bertipe “buah jeruk” (hesperidium), semacam buah buni, membulat atau seperti tabung, ukuran bervariasi dengan diameter 2-30cm tergantung jenisnya; kulit buah biasanya berdaging dengan minyak atsiri yang banyak. Hama yang sering menyerang tanaman jeruk adalah kutu daun, ulat Pappilio memnon, Philocnitis, sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah embun tepung, embun jelaga, virus keriting.

Jeruk dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-400 mdpl. [2] Keadaan iklim yang baik bagi tanaman jeruk adalah pada kisaran suhu udara 25 °C – 30 °C atau rata-rata 20 °C, curah hujan tidak lebih dari 100 mm/bulan atau 1200 mm/tahun, kelembaban udara 50 % – 85% dengan minimal 3 bulan kering. Jeruk harus ditanam di tempat terbuka atau mendapat cukup sinar matahari, dan apabila ditanam di dataran tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi tebal dan rasa jeruk menjadi pahit. Keadaan tanah yang baik untuk ditanami jeruk adalah tanah yang gembur, memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, memiliki aerasi dan drainase yang baik, dengan nilai kemasaman (pH) 6-7.[2]

Buah dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai penyedap atau komponen kue/puding. Aroma yang khas berasal dari sejumlah flavonoid dan beberapa terpenoid. “Daging buah” mengandung banyak asam sitrat (harafiah: “asam jeruk”) yang memberikan rasa masam yang tajam tetapi segar

Bibit Durian Musang King

Tanaman Buah Durian Musang King merupakan salah satu tanaman pohon buah jenis durian yang merupakan varietas baru dari negara Malaysia. Buah durian musang king termasuk jenis unggul dengan keunggulan daging buah yang lebih tebal dan tekstur yang lebih lembut. Daging buah durian musang king berwarna kuning kunyit dengan rasa yang legit. Dengan kualitas dan keunggulan yang dimiliki durian musang king inilah yang membuat harga buahnya tinggi.

Bibit Tanaman Buah Pisang Cavendish

Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia, di Indonesia, pisang ini lebih dikenal dengan sebutan Pisang Ambon Putih.[1] Pisang Cavendish banyak dikembang biakan menggunakan metode kultur jaringan.[2] Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan dengan bibit dari anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense.[2] Dalam kultur jaringan pisang, sampai saat ini yang banyak dikenal adalah kultur dengan eksplan bonggol.[1]

Pohon Pisang Cavendish mempunyai tinggi batang 2,5 – 3 m dengan warna hijau kehitaman.[2] Daunnya berwarna hijau tua. Panjang Tandan 60 – 100 cm dengan berat 15 – 30 kg.[2] Setiap tandan terdiri dari 8 – 13 sisiran dan setiap sisiran ada 12 – 22 buah.[2] Daging buah dari pisang ini putih kekuningan, rasanya manis agak asam, dan lunak.[2] Kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning muda halus.[2]

Suhu merupakan faktor utama untuk pertumbuhan tanaman Pisang Cavendish.[3] Suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 27° C, dan suhu maksimumnya 38° C.[3] Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis, pisang ini tidak dapat tumbuh di dataran tinggi, ketinggian di atas 1600 m dpl. Kebanyakan pisang tumbuh baik di lahan terbuka, tetapi kelebihan penyinaran akan menyebabkan terbakar-matahati (sunburn).[3] Tanaman ini juga sangat sensitif terhadap angin kencang karena dapat menyebabkan daunnya rusak dan robek, distorsi tajuk dan merobohkan pohonnya. Untuk pertumbuhan yang optimal, curah hujan yang diperlukan sekitar 200-220 mm, dan kelembapan tanahnya tidak kurang dari 60-70% dari kapasitas lapangan.[3] Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan Pisang Cavendish adalah tanah liat yang dalam dan gembur serta yang memiliki pengeringan dan aerasi yang baik.[3] Tanaman ini toleran terhadap pH 4,5-7,5.[3]

 

Bibit Tanaman Pisang Ambon

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Perlu disadari, istilah “pisang” juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas pisang penghasil buah konsumsi serta kerabatnya yang berkaitan.

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.

Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Bibit Tanaman Buah Anggur Brazil

Anggur Brazil, Pohon Anggur ini berbeda dengan pohon anggur biasanya, karena pohon ini tidak merambat, tetapi seperti pohon keras lainnya, berdaun kecil runcing seperti pohon pucuk merah, berbuah bulat hitam pada batang utama, sering disebut dengan Kupalandak (indonesia), Jaboticaba (internasional). Anggur Brazil adalah pohon buah-buahan dalam keluarga Myrtaceae berasal dari kota Minas Gerais dan São Paulo di barat daya Brazil. Anggur Brazil termasuk dalam spesies yang berkaitan dengan genus Myrciaria. Penyebaran asal dari Brazil, Argentina, Paraguay, Peru dan Bolivia. Pokhon ini ditanam untuk diambil buahnya. Buahnya yang berwarna ungu-hitam berisi putih; buah ini bisa dimakan mentah atau digunakan untuk membuat Jelly dan minuman Jus. Diindonesia mulai berkembang satu dasawarsa silam. Sekarang masyarakat indonesia mulai mengembangkan intensif, karena daya tarik buahnya yang enak dan bergizi, harga jual yang masih tinggi, karena proses produksi yang lama dari bibit. Mulai berbuah dari semaian biji kisaran 3-5tahun. Pohon anggur brazil bisa dijadikan bonsai untuk hiasan rumah.

Bibit Buah Manggis

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai “ratu buah”, sebagai pasangan durian, si “raja buah”. Buah ini mengandung mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.

Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.